Showing posts with label Kampung Adat. Show all posts
Showing posts with label Kampung Adat. Show all posts

Friday, 29 August 2014

Wae Rebo, Tanah Impian Warisan Leluhur yang Masih Bertahan

Kami bergegas turun meninggalkan pos 3 menuju dataran dengan rumput hijau yang dikeliling 7 Mbaru Niang. Akhirnya... Setelah perjalanan panjang selama 4 jam yang penuh peluh dan melelahkan (baca disini), kami tiba di tanah yang selama ini menjadi impian saya untuk bisa mengunjunginya. Kini mimpi itu menjadi nyata, padahal saat kami sudah tiba di Flores, kami belum memutuskan untuk mengunjungi kampung Wae Rebo ini.
Saya begitu takjub melihat bangunan peninggalan leluhur Wae Rebo yang sudah berusia seribu tahun lebih namun masih terus dipertahankan dan tetap berdiri kokoh diantara pegunungan yang mengelilinginya. Pantaslah bila Mbaru Niang ini mendapatkan penghargaan tertinggi dalam bidang pelestarian warisan budaya yaitu penghargaan dari UNESCO Asia-Pacific Awards tahun 2012.
Rumah kerucut dengan struktur kayu dan bambu dengan atap dari ijuk dan ilalang ini memiliki ketinggian antara 10 m dan 15 m yang terdiri dari 5 tingkatan dengan lantai dasar atau tingkatan pertama sebagai ruang tempat aktifitas sehari-hari sedangkan tingkatan berikutnya adalah sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, kayu bakar, perlengkapan upacara dan lainnya.
Jajaran Mbaru Niang di hamparan rumput hijau

Monday, 23 June 2014

Perjalanan Panjang Menuju Tanah Impian - Waerebo

Goncangan saat melintasi jalan yang rusak sesekali membangunkan saya dari tidur di dalam mobil yang sesak berisi 6 orang dan barang-barang. Saat mengarahkan pandangan keluar mobil, yang terlihat hanya gelap entah kami sedang melintas di perbukitan atau di tepi pantai larut malam itu. Perjalanan panjang dan melelahkan ini dimulai sejak subuh sebelum surya menyapa, berawal dari Maumere setelah beberapa kali mampir menyambangi tempat-tempat yang ada dalam travel plan kami. Waerebo sendiri sebenarnya tidak ada dalam travel plan kami dalam ekspediri jelajah Flores selama 5 hari ini, namun travel plan mendadak berubah tak lama setelah kami mendarat di Maumere.

Kemegahan Kampung Waerebo diantara pegunungan