Tuesday, 5 May 2015

Pesona Tanjung Bira dan Ketenangan Liukang Leo

Indonesia sebagai negara kepulauan terdiri dari sekitar 17.000 pulau, memiliki garis pantai sepanjang 99.039 km, terpanjang ke-2 di dunia setelah Kanada, begitu kira-kira kutipan artikel yang pernah saya baca. Dari begitu panjangnya garis pantai yang membentang di nusantara, sudah pasti Indonesia memiliki banyak pantai-pantai yang indah, salah satunya adalah Tanjung Bira yang terletak di Bulukumba, ujung Sulawesi Selatan. Tanjung Bira terkenal dengan air lautnya yang yang tenang bergradasi 3 warna dan pasir putih yang selembut tepung. Walaupun di Bali dan di Lombok memiliki banyak pantai yang cantik, namun pesona Tanjung Bira berhasil menghipnotos saya untuk datang langsung membuktikan keindahannya. 
Air laut yang jernih berwarna toska begitu sejuk dimata

"Pete-pete" sebutan untuk angkot disana melaju memasuki gapura kawasan wisata pantai pasir putih Tanjung Bira mengantarkan saya menuju penginapan yang sudah saya booking. Dari hasil browsing, banyak yg merekomendasikan Sunshine Guest House sebagai penginapan murah dan nyaman bagi para backpacker di Tanjung Bira. Lokasinya di dalam gang dan agak sedikit naik di atas semacam bukit karang kecil. Memasuki halaman penginapan, suasana nampak begitu sepi. Saya naik ke bangunan kayu yang berlantai 2, ada seorang bule yang memberitahu saya untuk mencari pengurus penginapan di bawah. Sebelumnya sudah saya booking kamar jauh hari melalui email seperti yang disarankan, namun begitu ketemu pengelola penginpan yang juga pemiliknya, ternyata dia tidak membuka email saya sementara semua kamar saat itu sudah penuh sehingga saya terpakasa harus mencari penginpan lain.


Kondisi kamar cukup rapi dan bersih di Pondok Wisata Bahagia

Pondok Wisata Bahagia dengan bangunan rumah panggung dari kayu
Sedikit kecewa sih dengan hal tersebut, mengingat perjalanan saya dari Makassar sudah cukup jauh dan lumayan melelahkan karena saya menggunakan angkutan secara estafet dimana harus berdesak-desakan dan harus beberapa kali ganti angkutan bahkan hampir tidak dapat angkutan di terminal Bulukumba karena sudah kesorean.
Setelah sempat menyambangi beberapa penginapan lain, akhirnya saya mendapat penginapan yang letaknya cukup dekat dari pantai yaitu Pondok Wisata Bahagia. Penginapan ini memiliki bangunan berupa rumah panggung kayu yang antara bangunan satu dengan lainnya terpisah-pisah jadi semacam bungalow sangat sangat sederhana gitu. Kamarnya lumayan luas, nyaman, bersih dengan fasilitas springbed ukuran besar, kipas angin, lemari pakaian, kamar mandi di dalam dengan closet duduk dan  shower, juga dilengkapi teras di bagian depan, sayangnya tidak disediakan sarapan.
Bagi anda yang memiliki dana lebih, terdapat beberapa pilihan penginapan lain sekelas resort dengan fasilitas yang lengkap dan lebih nyaman.

Pantai Tanjung Bira begitu tenang dan indah
Jajaran warung-warung di tepi pantai begitu rapi

Setelah meletakkan barang-barang dan menunaikan sholat, saya tak mau hanya berdiam diri di kamar, saya langsung turun menuju pantai. Matahari sudah mulai condong ke barat, teriknya sudah tidak begitu terasa, udara sore itu cukup segar, mata dimanjakan dengan pantainya yang bersih dan air laut biru yang begitu tenang. Tak banyak orang di panatai saat itu, hanya perahu-perahu dan banana boat terombang ambing oleh riak kecil permukaan air laut. Kios-kios yang menjajakan makanan nampak berjajar rapi di tepi pantai.
Hamparan pantainya cukup luas tertutup pasir yang begitu lembut, sayangnya saat itu sedang musim angin barat sehingga pasir di permukaan pantai terseret arus sehingga dasar pantai yang berupa lempengan batu karang nampak di purmukaan. Kondisi itu membuat saya tidak mendapatkan view pantai dengan gradasi warna yang sempurna, namun landskap pantai ini tetap indah dipandang.


Restaurant dengan desain kapal pinisi
Pantai dibatasi oleh tebing karang
Sunset di Tanjung Bira yang begitu cantik
Di salah satu sisi pantai terdapat sebuah kapal pinisi terlihat seperti terdampar di atas bongkahan karang besar. Pinisi tersebut adalah sebuah restaurant yang sangat ngehits di Tanjung Bira yang didesain bak kapal pinisi lengkap dengan tiang-tiang kapal menjulang tinggi. Kapal pinisi menjadi icon Bulukumba yang memang terkenal sebagai daerah pembutanan kapal pinisi dengan kualitas dunia. Bulukumba juga dijuluki "Butta panrita lopi” atau tanah asal para pelaut ulung, luar bisa sekali bukan!

Aktivitas yang bisa dilakukan di Tanjung bira selain sekdar bersantai menikmati pemandangan pantai yang indah, bermain air dan pasir atau sekedar berjemur, kita dapat menikmati indahnya matahari terbenam dari ujung selatan pulau Sulawesi. Bila ingin aktivitas yang lebih seru, kita bisa mencoba bermain banana boat, snorkeling atau bahkan diving di beberapa spot diving yang tersebar di sekitar Tanjung Bira.
Sore itu saya hanya menikmati pemandangan pantai, menantikan matahari terbenam sambil mengabadikan keindahannya dengan kamera. Sunset mempesona disuguhkan saat itu dimana langit berwana keemasan bergradasi dengan langit yang biru. Matahari tenggelam di permukaan laut dengan sempurna tanpa terhalang awan sedikitpun, cantiknya!


Gradasi air lautnya begitu cantik
Pantai Tanjung Bira begitu bening dan cantik
Keesokan harinya, pagi-pagi saya sudah nongkrong di warung di pinggir pantai menikmati mie instant dan kopi hangat sebagai sarapan, maklum lah anak backpacker jadi sarapannya seperti anak kosan aja hehee.. :D
Hari itu saya berencana snorkeling di sekitar pulau Liukang Leo yang berada di seberang Tanjung Bira. Rasanya rugi bila sudah sampai Tanjung Bira tapi tidak menyempatkan diri ke Liukang Leo. Dari pembicaraan saya dengan sepasang pelancong semalam, mereka menceritakan keseruan snorkeling di sekitar Liukang dimana ikan dan terumbu karangnya banyak dan cantik ditambah dengan air yang begitu jernih dan tenang.
Karena traveling sendirian, saya menoba mencari pengunjung lain yang akan nyebrang ke Liukang Leo untuk bisa sharing cost sewa perahu. Sekian lama menunggu, rupanya para pengunjung yang datang sudah memiliki rombongan masing-masing sehingga kesempatan saya untuk bergabung tidak memungkinkan.
Sebenarnya bisa saja nyebrang ke Liukang dengan perahu publik yang biasa digunkan warga untuk berbelanja ke Bulukumba, tapi jika menggunakan perahu itu kita tidak bisa diantarkan ke spot snorkeling dan untuk kembali ke Tanjung Bira juga waktunya tidak memungkinkan.
Tak mau sia-sia ke Tanjung Bira tapi tidak sampai ke Liukang, akhirnya saya dapat perahu yang mau mengantarkan saya dengan harga yang sedikit miring setelah lama negosiasi harga. Alhamdulillah banget, rejeki anak soleh :)


Puas-puasin snorkeling di sekitar pulau Liukang
Sekitar 30 menit belrabuh, sampailah kami di spot snorkeling di sekitar Pulau Liukang Leo, saya langsung nyebur tak sabar bertemu ikan-ikan lucu teman-teman Dolpino (bagi yang suka nonton program siang di stasiun TV sebelah  pasti tau siapa Dolpino), gak penting banget sih tononannya. hehee..
Terumbu karang disini cukupa banyak, cantik dan masih terjaga. Berhubung perahu hanya mengantarkan saya sendiri, saya puas-puasin snorkeling disini. Sebenarnya kalau datang lebih awal, gelombang lebih tenang jadi bisa lebih puas lagi snorkelingnya, tapi itupun cukup puas saya bisa menyaksikan keindahan bawah laut di Liukang Leo.

Puas snorkeling walaupun dibawah terik sinar matahari, perahu pun merapat ke Liukang Leo. Pulau kecil ini begitu tenang dengan pohon-pohon kelapa menghiasi. Rumah panggung penduduk disini banyak yang siap menyajikan makan siang bagi tamu yang singgah setelah snorkeling di sekitar pulau. Kelapa muda disuguhkan menghilangkan dahaga saya setelah lelah snorkeling.

Pantai di Pulau Liukang Leo

Suasana Liukan Leo. Rumah panggung cat biru tempat saya beristirahat dan makan siang.
Permukaan daratan seluruhnya tertutup pasir putih.
Sementara pemilik rumah sibuk menyiapkan ikan bakar sebagai menu makan siang, saya melihat-lihat sedikit kondisi perkampungan di pulau ini. Sepengamatan saya, seluruh permukaan daratan disini tertutup pasir putih. Rumah-rumah panggung mayoritas terbuat dari kayu. Pohon-pohon kelapa menjulang tinggi tertiup angin yang menyejukkan. Jalan-jalan kecil dibuat dengan campuran pasir dan semen meliuk membelah kampung.
Suasana pulau ini begitu tenganya, cocok bagi yang ingin jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Bagi yang ingin bermalam disini, tersedia kamar di rumah penduduk yang difungsikan sebagai penginpapan. Saya tidak ingat, apakah disini masih terjangkau sinyal telekomunikasi atau tidak.
Menu makan siang

Setelah menhabiskan makan siang, kami kembali ke Tanjung Bira dan saya harus bergegas packing untuk segera kembali ke Makassar sebelum ketinggalan angkutan. Benar saja, saya tidak dapat angkutan menuju Terminal Bulukumba, saya harus menunggu cukup lama sampai akhirnya dapat mobil travel untuk mengantar ke Makassar.


Cerita Perjalanan Lainnya:
Karst Rammang-Rammang, Geowisata di Maros 
Kete Kesu - Toraja, dari Tongkonan, Makam Batu dan Patung Tao-tao  
Menyaksikan Serunya Aksi Ksatria Berkuda dalam Pasola  
"The Blue" Bias Tugal 

60 comments:

  1. Sunsetnya kece banget, waktu aku kesana rame nya minta ampun macam ancol saja jadi males buat jalan2 :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya kalo rame jadi gak mood buat main ya kak. Lain kali kesini jangan pas hari libur..

      Delete
    2. Kayak nya mmg begitu, tapi kalo ngak hari libur nanti ngak bisa cuti panjang hua hua hua

      Delete
  2. Pondok Wisata Bahagia-nya terlihat nyaman, udah kayak resort lah itu bagi traveler pas-pasan hehehe.
    Boleh tahu berapa harga pondoknya permalam? ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cukup nyaman mas, begitu keluar pagar langsung berhadapan dengan pantai. Per malam 200rb mas.. :)

      Delete
  3. kapal terdamparnya lucu yaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucu dan kece buat nongkrong cantik sambil ngopi mbak.. :)

      Delete
  4. penginapannnya seperti rumah - rumah di kampung saya kang. dari kayu tak bercat. hanya saja damanya yang berbeda. asiik banget bisa keliling tanjung bira

    ReplyDelete
  5. Kampunya dimana kang? Asik kayaknya kalo di kampung masih pakai model rumah panggung gitu ya?
    Iya, lain kali boleh kesini lagi, tapi harus bawa pasangan kali ya? Hehee..

    ReplyDelete
  6. sangat cantik pantainya mas hehe jernih juga airnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, airnya jernih dan tenang ombaknya. :)

      Delete
    2. apalagi sunset nya mas euuuuh indah banget subhanalloh :)

      Delete
  7. jernih banget airnya, rasanya pengen berenang, berwisata kesana kayanya seru, sayangnya jauh banget letaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak jauh2 banget kok mbak, sejam aja dari bali.. hehee.. :D

      Delete
  8. Duh liat foto pertamanya aja langsung jatuh hati hahah

    VONNYDU

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayuk kaka langsung meluncur kesini.. hehee..

      Delete
  9. Mantap deh pantainya benar-benar bikin nyaman dengan airnya yang bening

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, pantainya memang cantik.. harus kesini deh kayaknya.. :)

      Delete
  10. boleh minta no handphone atau contact mas Toliq Anshari ? :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa via line dgn id:toliq kakak.. :)

      Delete
  11. Waaaah *_* beruntungnya gue jadi wni.. punya negara sebagus ini bikin tambah pd.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bgt.. kita adalah orang2 yang beruntung bisa hidup di Indonesia.. :)

      Delete
  12. waw bagus banget :D jernih airnya..nice sunset

    VONNYDU

    ReplyDelete
  13. Waaaaaaaaaaaahh!!!! KEREN BANGET!! Itu airnya jernih banget. Ah sumpah musti dateng ke sini nih...

    *nabung*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo yg rajin nabungnya biar bisa jalan2 keliling Indonesia.. :D

      Delete
  14. Njiiiiirrr.... baca blog ini bikin makin bangga sama negara ini.
    Baguuuuss bangeeeeetttttt!!!!!!
    Fotonya keren-keren.
    Ikutan boleh gak sih kalo jalan? :D
    hehehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya udah mampir.. :)
      boleh, kapan2 kalo jalan barengan.. hehee..

      Delete
  15. Tanjung bira kece bangettttt... musti kesana gue taun depan hehehe

    btw salam kenal dari www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus kesana mas..
      salam kenal juga mas..

      Delete
  16. Replies
    1. ayo semangat direalisasikan ke Biranya.. :)

      Delete
  17. Tanjung bira keren banget ya... jadi pengen kesana :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo buruan packing mas, langsung cuss ke tanjung bira.. :D

      Delete
  18. Tanjung Bira tak lelang oleh waktu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga tetap terjaga kenindahan dan ketenangan disana.. :)

      Delete
  19. kereeeen bangetttttt.... dibikin ngiler sama air jernih nan birunya.. T.O.P bingits deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. juara bgt lautnya.. harus disambangi tanjung bira.. hehe..

      Delete
  20. Buat aku kemarin ke Bira, cukup indah
    tapi ekspektasiku ketinggian, jadi ya so so :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheee.. kadang emang kenyataan gak seindah ekspektasi..
      tapi tetep cakep lah tanjung bira.. :)

      Delete
  21. Keren sekali ya mas warna air lautnya biru sekali duh jadi pengen coba nih.
    Tapi sepertinya masih belum cukup nih uang tabunganku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya rajin menabung dan jangang boros supaya cepat kumpul tabungannya.. heheh.. #nasehatkakek :D

      Delete
  22. Woooow! Keren-keren mas, selalu mupeng kalo liat foto-foto di tanjung bira.

    ReplyDelete
  23. Wisata lautnya Indonesia udah gila-gilaan banget sih menurutku :' indaaah seindah-indahnyaaa :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju.. pokoknya pesona Indonesia tiada tara... hehehe..

      Delete
  24. Udah 1 tahun ngak update, orang nya kemana yaaa ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang punya blog konon kabaranya sudah jadi penyanyi internasional kak.. hahahaa..

      Delete
  25. Halo mas, bagus banget ya foto2nya! hahaha saya mau nanya dong. Kan mas naik angkutan umum ya menuju Tj Bira. Nah, selama di sana apa ada transportasi umum juga? Misalnya dari penginapan ke restoran, atau penginapan ke tempat naik kapal. Apa bisa dijangkau dengan jalan kaki?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mbaknya udah mampir sini.. :)
      Kalo sudah sampai di kawasan pantai pasir putih tanjung bira, gak perlu lagi transport buat cari restoran karena lokasinya berdekatan, cukup jalan kaki aja..

      Delete
  26. Semacam ga percaya foto2 di atas adanya di Indonesia...bagus2 banget fotonya bikin siapa aja pingin kesana...

    ReplyDelete
  27. Waw keren kang jadi pengen juga nih berkunjung ke sana.

    ReplyDelete